Category: Marketing

  • Jenis Iklan Facebook Ads dan Ukurannya

    Jenis Iklan Facebook Ads dan Ukurannya

    Facebook merupakan salah satu platform media sosial terbesar di dunia, yang memungkinkan penggunanya untuk terhubung dengan teman dan keluarga, berbagi konten, dan melakukan berbagai macam interaksi lainnya. Selain itu, Facebook juga menawarkan berbagai macam pilihan iklan yang dapat digunakan oleh bisnis untuk mempromosikan produk atau layanan mereka ke audiens yang tepat.

    Iklan Facebook Ads merupakan salah satu cara yang efektif bagi bisnis untuk meningkatkan brand awareness dan mengarahkan traffic ke situs mereka. Dengan memilih jenis iklan yang tepat dan menyesuaikan ukurannya dengan target audiens yang diinginkan, bisnis dapat lebih mudah mencapai tujuan pemasaran mereka.

    tulisan ini, Kiraky Blog akan membahas mengenai jenis-jenis iklan Facebook Ads yang tersedia, serta ukuran yang ditawarkan untuk masing-masing jenis iklan tersebut. Kita juga akan membahas mengenai keterbatasan yang mungkin ditemui dalam menggunakan iklan Facebook Ads, serta memberikan beberapa saran untuk meningkatkan efektivitas iklan tersebut.

    Jenis Iklan Facebook Ads dan Ukurannya

    Jenis Iklan Facebook Ads dan Ukurannya

    Facebook menawarkan berbagai macam jenis iklan yang dapat digunakan oleh bisnis untuk mempromosikan produk atau layanan mereka ke audiens yang tepat. Berikut adalah beberapa jenis iklan Facebook Ads yang tersedia:

    1. Iklan berita (News Feed Ads)

    Iklan berita adalah jenis iklan yang ditampilkan di feed berita pengguna Facebook. Iklan ini terlihat seperti postingan biasa yang dibuat oleh teman atau halaman yang diikuti pengguna, namun terdapat tanda “Sponsored” yang menandakan bahwa iklan tersebut

    2. Iklan Kolom Kanan (Right Column Ads)

    Iklan kolom kanan adalah jenis iklan yang ditampilkan di sisi kanan layar pengguna Facebook. Iklan ini terlihat seperti postingan biasa, namun tidak terdapat tanda “Sponsored” yang menandakan bahwa iklan tersebut merupakan iklan berbayar.

    3. Iklan Story (Story Ads)

    Iklan story adalah jenis iklan yang ditampilkan di bagian atas layar pengguna Facebook, di antara postingan dari teman atau halaman yang diikuti pengguna. Iklan story terdiri dari beberapa slide yang menampilkan gambar atau video, yang dapat diakses dengan menggeser slide tersebut.

    4. Iklan Instan (Instant Ads)

    Iklan instan adalah jenis iklan yang ditampilkan di bagian atas layar pengguna Facebook, di antara postingan dari teman atau halaman yang diikuti pengguna. Iklan instan terdiri dari sebuah gambar atau video yang ditampilkan sebagai thumbnail, yang dapat diakses dengan mengklik thumbnail tersebut.

    5. Iklan Marketplace (Marketplace Ads)

    Iklan marketplace adalah jenis iklan yang ditampilkan di bagian marketplace Facebook, yang merupakan platform untuk membeli atau menjual barang atau jasa. Iklan marketplace dapat ditampilkan di bagian atas daftar produk yang ditawarkan, atau di antara postingan dari teman atau halaman yang diikuti pengguna.

    Ukuran Iklan Facebook Ads (Sizes of Facebook Ads)

    Ukuran Iklan Facebook Ads (Sizes of Facebook Ads)

    Setiap jenis iklan Facebook Ads memiliki ukuran yang berbeda-beda, yang dapat mempengaruhi cara iklan tersebut ditampilkan dan bagaimana iklan tersebut diterima oleh audiens. Berikut adalah beberapa ukuran iklan Facebook Ads yang tersedia:

    1. Ukuran iklan berita (News Feed Ad sizes)

    Ada beberapa ukuran iklan berita dapat ditampilkan dalam beberapa ukuran, yaitu:

    • Ukuran desktop: 476 x 249 pixel
    • Ukuran seluler: 527 x 527 pixel

    2. Ukuran iklan kolom kanan (Right Column Ad sizes)

    Iklan kolom kanan hanya dapat ditampilkan dalam satu ukuran, yaitu:

    • Ukuran seluler: 527 x 527 pixel

    3. Ukuran iklan story (Story Ad sizes)

    Iklan story dapat ditampilkan dalam beberapa ukuran, yaitu:

    • Ukuran desktop: 1200 x 628 pixel
    • Ukuran seluler: 1080 x 1920 pixel

    4. Ukuran iklan instan (Instant Ad sizes)

    Iklan instan dapat ditampilkan dalam beberapa ukuran, yaitu:

    • Ukuran desktop: 1200 x 628 pixel
    • Ukuran seluler: 1080 x 1080 pixel

    5. Ukuran iklan marketplace (Marketplace Ad sizes)

    Iklan marketplace dapat ditampilkan dalam beberapa ukuran, yaitu:

    • Ukuran desktop: 476 x 249 pixel
    • Ukuran seluler: 527 x 527 pixel

    Keterbatasan Iklan Facebook Ads

    Keterbatasan Iklan Facebook Ads

    Meskipun iklan Facebook Ads dapat menjadi cara yang efektif bagi bisnis untuk meningkatkan brand awareness dan mengarahkan traffic ke situs mereka, terdapat beberapa keterbatasan yang mungkin ditemui dalam menggunakan iklan tersebut. Berikut adalah beberapa keterbatasan iklan Facebook Ads yang perlu dipertimbangkan:

    1. Batasan jumlah iklan yang dapat ditampilkan

    Facebook hanya akan menampilkan sejumlah iklan yang ditentukan dalam feed berita pengguna. Jumlah iklan yang ditampilkan tergantung pada preferensi pengguna, serta kualitas iklan yang ditawarkan.

    Hal ini berarti bahwa tidak semua iklan yang dibuat akan ditampilkan kepada audiens yang diinginkan, terutama jika iklan tersebut tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Facebook.

    2. Batasan ukuran iklan

    Setiap jenis iklan Facebook Ads hanya dapat ditampilkan dalam ukuran yang telah ditentukan. Bisnis perlu mempertimbangkan ukuran iklan yang paling cocok untuk tujuan pemasaran mereka, serta memastikan bahwa iklan tersebut dapat ditampilkan dengan baik di berbagai perangkat yang digunakan oleh audiens.

    3. Batasan targeting audiens

    Meskipun Facebook menawarkan berbagai macam pilihan targeting audiens yang canggih, terdapat batasan dalam hal seberapa spesifik audiens yang dapat ditentukan.

    Bisnis mungkin tidak dapat menargetkan audiens dengan tepat sesuai keinginan, terutama jika audiens yang diinginkan terlalu

    4. Biaya yang tinggi

    Iklan Facebook Ads dikenakan biaya berdasarkan sistem pembayaran per klik (pay-per-click) atau per tayangan (pay-per-impression). Bisnis harus mempertimbangkan biaya facebook ads yang dikeluarkan untuk iklan tersebut, dan memastikan bahwa biaya tersebut sebanding dengan hasil yang diperoleh dari iklan tersebut.

    5. Ketidakpastian hasil

    Meskipun iklan Facebook Ads dapat menjadi cara yang efektif untuk mempromosikan bisnis dan meningkatkan brand awareness, tidak ada jaminan bahwa iklan tersebut akan berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.

    Bisnis mungkin merasa sulit untuk mengukur keberhasilan iklan tersebut, karena tidak ada jaminan bahwa audiens yang terpapar dengan iklan tersebut akan melakukan tindakan yang diinginkan (seperti mengunjungi situs bisnis atau membeli produk).

    6. Persaingan yang tinggi

    Facebook merupakan platform media sosial yang sangat populer, sehingga banyak bisnis yang bersaing untuk menampilkan iklan mereka kepada audiens yang sama.

    Bisnis harus memastikan bahwa iklan mereka menonjol di antara iklan lainnya, agar dapat terpapar kepada audiens yang diinginkan.

    7. Masalah privasi

    Meskipun Facebook memiliki kebijakan privasi yang ketat, pengguna mungkin merasa tidak nyaman dengan iklan yang ditampilkan kepada mereka, terutama jika iklan tersebut dianggap tidak relevan atau tidak sesuai dengan preferensi mereka.

    Hal ini dapat mempengaruhi bagaimana audiens merespons iklan tersebut, dan dapat membuat iklan tersebut kurang efektif.

    8. Perubahan konten yang cepat

    Facebook merupakan platform yang sangat dinamis, dengan konten yang selalu berubah. Hal ini dapat mempengaruhi bagaimana iklan ditampilkan dan bagaimana iklan tersebut diterima oleh audiens.

    Bisnis harus terus memantau kinerja iklan mereka, dan menyesuaikan iklan tersebut sesuai dengan perubahan yang terjadi di platform tersebut.

    Dengan memperhatikan keterbatasan-keterbatasan ini, bisnis dapat lebih efektif dalam menggunakan iklan Facebook Ads untuk mempromosikan bisnis dan meningkatkan brand awareness.

    Namun, bisnis juga harus terus memantau kinerja iklan mereka dan menyesuaikan iklan tersebut sesuai dengan perubahan yang terjadi di platform tersebut, agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan lebih efektif.

    Terima kasih sudah membaca artikel Jenis Iklan Facebook Ads dan Ukurannya, jika artikel ini bermanfaat kalian bisa share ke teman-teman kalian.

  • Cara Menggunakan Google UTM Untuk Analisa Traffic

    Cara Menggunakan Google UTM Untuk Analisa Traffic

    Jika kalian merupakan seorang pemilik bisnis atau digital marketer, kalian pasti sering melakukan campaign untuk memasarkan produk atau jasa dan meningkatkan traffic ke website kalian.

    Campaign dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti memasang banner ads, membuat campaign di media sosial, atau membuat konten dalam bentuk artikel, gambar, atau video.

    Saat kita melakukan campaign, pasti kita ingin mengetahui bagaimana performa website kita. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menggunakan Google Analytics, tetapi menggunakan tools ini saja mungkin tidak cukup untuk memaksimalkan hasil. Solusinya adalah dengan menggunakan Google UTM

    Apa itu Google UTM?

    UTM adalah singkatan dari Urchin Tracking Module. Kode UTM adalah kode unik yang dapat ditambahkan ke tautan atau link yang memberitahu Google Analytics tentang informasi pada setiap tautan. Informasi ini mencakup sumber traffic

    Dengan menggunakan UTM, kalian dapat mengidentifikasi iklan atau link yang lebih spesifik mana yang paling banyak diklik atau dikonversi. Tool ini juga membantu kalian untuk melacak postingan media sosial dari jumlah link yang dibagikan, traffic page post, hingga ads yang dipasang

    UTM awalnya dikembangkan oleh Urchin Software Corporation, yang kemudian diakuisisi oleh Google pada tahun 2005. Sebagai contoh, link website Kiraky adalah https://www.kiraky.com/. Saat ditambahkan kode UTM, URL menjadi seperti ini: https://www.kiraky.com/?utm_source=google&utm_medium=banner&utm_campaign=belajar_seo_blog

    Dalam URL di atas, kalian dapat melihat bahwa sumbernya adalah Google. Selain sumber, kalian juga dapat melihat bahwa medium adalah banner dan nama kampanye adalah Belajar SEO Blog. URL tersebut juga mencakup beberapa parameter standar UTM yang akan dijelaskan di bawah ini

    5 Parameter Standar UTM

    Tujuan dari parameter UTM adalah untuk melacak sumber traffic. Dengan menggunakan UTM, kalian dapat mengetahui darimana asal usul traffic, konten apa yang diklik, dan informasi dari sumber link. Berikut ini adalah parameter UTM yang telah dijelaskan oleh Google

    1. UTM Source

    UTM (Urchin Tracking Module) source adalah parameter yang ditambahkan ke URL (Uniform Resource Locator) untuk membantu dalam mengikuti dan menganalisis traffic website. UTM source memberikan informasi tentang asal traffic yang datang ke website kalian, seperti apakah traffic tersebut berasal dari mesin pencari, media sosial, atau sumber lainnya.

    Untuk menambahkan UTM source ke URL, kalian dapat menggunakan format berikut:

    http://www.example.com/?utm_source=nama_sumber

    Contohnya, jika kalian ingin mengikuti traffic yang datang ke website kalian dari Facebook, kalian dapat menambahkan UTM source seperti ini:

    http://www.kiraky.com/?utm_source=facebook

    Selanjutnya, kalian dapat menggunakan alat seperti Google Analytics untuk menganalisis traffic website kalian dan melihat berapa banyak traffic yang datang dari Facebook. Ini berguna untuk memahami sumber traffic yang paling efektif bagi website kalian dan menentukan strategi promosi yang tepat.

    Selain UTM source, ada juga parameter UTM lainnya yang dapat kalian tambahkan ke URL, seperti UTM medium (untuk mengikuti jenis promosi), UTM campaign (untuk mengikuti kampanye promosi), dan UTM term (untuk mengikuti kata kunci yang digunakan dalam mesin pencari).

    Dengan menggabungkan semua parameter UTM ini, kalian dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang traffic website kalian dan meningkatkan strategi promosi online kalian.

    2. UTM Medium

    UTM Medium adalah salah satu parameter yang digunakan dalam UTM (Urchin Tracking Module). Parameter ini berguna untuk mengetahui medium apa yang memberikan traffic ke website melalui tautan yang diklik.

    Medium yang dimaksud bisa berupa media sosial, email, banner, iklan, alamat browser, afiliasi, QR Code, dan lainnya. Dengan menggunakan parameter UTM Medium, kalian dapat mengetahui sumber traffic mana yang paling efektif dalam mengarahkan traffic ke website kalian.

    Contohnya, jika kalian membagikan tautan di media sosial, kalian dapat menambahkan parameter UTM Medium dengan utm_medium=socialmedia. Dengan begitu, kalian dapat dengan mudah melacak traffic yang datang dari media sosial dan mengetahui tingkat konversi yang terjadi.

    Selain itu, parameter UTM Medium juga dapat digunakan untuk melacak traffic yang datang dari email marketing, iklan di website lain, atau tautan yang dibagikan di forum atau grup online. Dengan menggunakan parameter ini, kalian dapat mengetahui medium apa yang paling efektif dalam mengarahkan traffic ke website kalian.

    Untuk menggunakan parameter UTM Medium, kalian dapat menambahkannya ke tautan yang akan dibagikan. Pastikan untuk menggunakan kode yang sesuai dengan medium yang kalian gunakan. Misalnya, jika kalian menggunakan email marketing, gunakan utm_medium=email.

    Parameter UTM Medium merupakan salah satu alat yang berguna dalam mengelola dan menganalisa traffic website. Dengan menggunakan parameter ini, kalian dapat mengetahui medium apa yang paling efektif dalam mengarahkan traffic ke website kalian dan meningkatkan konversi.

    3. UTM Term

    UTM term merupakan salah satu parameter UTM yang bertujuan untuk mengidentifikasi kata kunci spesifik yang mengarah ke situs web tersebut.

    Penggunaan parameter UTM term sangat berguna untuk mengetahui tingkat efektivitas kampanye iklan berbayar atau promosi konten di media sosial. Dengan menambahkan parameter UTM term, kita bisa melacak apakah traffic yang datang ke situs web kita berasal dari kata kunci yang kita targetkan dalam kampanye iklan atau promosi konten.

    Contoh penggunaan parameter UTM term adalah sebagai berikut:

    • URL asli: https://www.kiraky.com/produk
    • URL dengan parameter UTM term: https://www.kiraky.com/produk?utm_term=business+online

    Dengan menambahkan parameter UTM term di URL yang diiklankan, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs tersebut dan mengetahui apakah traffic tersebut berasal dari kata kunci “business online” yang kita targetkan dalam kampanye iklan.

    Selain parameter UTM term, ada juga beberapa parameter UTM lainnya yang bisa digunakan untuk melacak traffic ke sebuah situs web, seperti utm_source, utm_medium, dan utm_campaign. Setiap parameter UTM memiliki fungsi yang berbeda, sehingga bisa dipakai sesuai dengan kebutuhan dan tujuan melacak traffic ke sebuah situs web.

    4. UTM Content

    UTM content merupakan salah satu parameter UTM yang bertujuan untuk membedakan antara iklan atau link yang ada di satu URL yang sama.

    Parameter UTM content sangat berguna untuk mengetahui tingkat efektivitas iklan atau promosi konten di media sosial. Dengan menambahkan parameter UTM content, kita bisa melacak apakah traffic yang datang ke situs web kita berasal dari iklan atau promosi konten yang spesifik. Ini berguna saat melakukan A/B testing untuk menguji berbagai variabel seperti desain iklan, kata-kata yang digunakan, atau penempatan iklan yang berbeda.

    Contoh penggunaan parameter UTM content adalah sebagai berikut:

    • URL asli: https://www.kiraky.com/produk
    • URL dengan parameter UTM content: https://www.kiraky.com/produk?utm_content=textlink

    Dengan menambahkan parameter UTM content di URL yang diiklankan, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs tersebut dan mengetahui apakah traffic tersebut berasal dari iklan atau promosi konten yang menggunakan tautan teks.

    Selain parameter UTM content, ada juga beberapa parameter UTM lainnya yang bisa digunakan untuk melacak traffic ke sebuah situs web, seperti utm_source, utm_medium, dan utm_campaign. Setiap parameter UTM memiliki fungsi yang berbeda, sehingga bisa dipakai sesuai dengan kebutuhan dan tujuan melacak traffic ke sebuah situs web.

    5. UTM Campaign

    UTM campaign merupakan salah satu parameter UTM yang bertujuan untuk mengidentifikasi kampanye, promo, posting individual, atau peluncuran produk yang akan dibuat.

    Parameter UTM campaign sangat berguna untuk mengetahui tingkat efektivitas kampanye iklan atau promosi konten di media sosial. Dengan menambahkan parameter UTM campaign, kita bisa melacak apakah traffic yang datang ke situs web kita berasal dari kampanye iklan atau promosi konten yang spesifik.

    Contoh penggunaan parameter UTM campaign adalah sebagai berikut:

    • URL asli: https://www.kiraky.com/produk
    • URL dengan parameter UTM campaign: https://www.kiraky.com/produk?utm_campaign=promocode

    Dengan menambahkan parameter UTM campaign di URL yang diiklankan, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs tersebut dan mengetahui apakah traffic tersebut berasal dari kampanye promosi yang menggunakan kode promosi.

    Selain parameter UTM campaign, ada juga beberapa parameter UTM lainnya yang bisa digunakan untuk melacak traffic ke sebuah situs web, seperti utm_source, utm_medium, dan utm_term. Setiap parameter UTM memiliki fungsi yang berbeda, sehingga bisa dipakai sesuai dengan kebutuhan dan tujuan melacak traffic ke sebuah situs web.

    Kenapa Google UTM Penting Digunakan?

    Penggunaan UTM penting karena dapat membantu dalam mengukur efektivitas kampanye iklan atau promosi konten di media sosial.

    Dengan menambahkan parameter UTM ke URL yang diiklankan, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs web kita dan mengetahui apakah traffic tersebut berasal dari sumber yang telah ditentukan. Ini berguna untuk mengukur tingkat efektivitas kampanye iklan atau promosi konten, sehingga kita bisa menyesuaikan strategi marketing yang lebih efektif.

    Selain itu, penggunaan UTM juga bermanfaat untuk mengukur efektivitas konten di media sosial. Dengan menambahkan parameter UTM ke tautan yang diposting di media sosial, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs web kita dari media sosial tersebut dan mengetahui apakah konten yang diposting efektif atau tidak.

    Penggunaan UTM juga bisa membantu dalam mengukur efektivitas iklan di Google Ads. Dengan menambahkan parameter UTM ke URL yang ditargetkan dalam iklan Google Ads, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs web kita dari iklan tersebut dan mengetahui apakah iklan tersebut efektif atau tidak.

    Secara keseluruhan, penggunaan UTM penting karena dapat membantu dalam mengukur efektivitas kampanye iklan atau promosi konten di media sosial, serta membantu dalam menyesuaikan strategi marketing yang lebih efektif.

    Ada lima hal penting kenapa google UTM sangat penting untuk digunakan oleh online marketer yaitu sebagai berikut ini:

    1. Mengukur efektivitas kampanye iklan atau promosi konten

    Dengan menambahkan parameter UTM ke URL yang diiklankan, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs web kita dan mengetahui apakah traffic tersebut berasal dari sumber yang telah ditentukan. Ini berguna untuk mengukur tingkat efektivitas kampanye iklan atau promosi konten, sehingga kita bisa menyesuaikan strategi marketing yang lebih efektif.

    2. Mengukur efektivitas konten di media sosial

    Penggunaan UTM juga bermanfaat untuk mengukur efektivitas konten di media sosial. Dengan menambahkan parameter UTM ke tautan yang diposting di media sosial, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs web kita dari media sosial tersebut dan mengetahui apakah konten yang diposting efektif atau tidak.

    3. Mengukur efektivitas iklan di Google Ads

    Penggunaan UTM juga bisa membantu dalam mengukur efektivitas iklan di Google Ads. Dengan menambahkan parameter UTM ke URL yang ditargetkan dalam iklan Google Ads, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs web kita dari iklan tersebut dan mengetahui apakah iklan tersebut efektif atau tidak.

    4. Membantu menentukan strategi marketing yang lebih efektif

    Dengan mengetahui sumber traffic yang datang ke situs web kita, kita bisa menentukan strategi marketing yang lebih efektif. Misalnya, jika traffic yang datang ke situs web kita berasal dari iklan di Google Ads, kita bisa menyesuaikan iklan tersebut agar lebih efektif atau mencoba strategi marketing yang lain.

    5. Memudahkan dalam melacak dan menganalisis traffic ke situs web

    Penggunaan UTM memudahkan dalam melacak dan menganalisis traffic ke situs web. Kita bisa mengetahui sumber traffic yang datang ke situs web kita dan menganalisis apakah traffic tersebut efektif atau tidak. Ini berguna untuk menentukan strategi marketing yang lebih efektif di masa yang akan datang.

    Secara keseluruhan, penggunaan Google UTM penting bagi online marketer karena dapat membantu dalam mengukur efektivitas kampanye iklan atau promosi konten di media sosial, serta memudahkan dalam melacak dan menganalisis traffic ke situs web. Penggunaan UTM juga bisa

    Cara Menggunakan Google UTM Untuk Analisa Traffic

    Cara Menggunakan Google UTM Untuk Analisa Traffic

    Untuk menggunakan Google UTM, pertama-tama kita harus tahu apa saja parameter UTM yang tersedia. Ada 5 parameter UTM yang tersedia, yaitu:

    • utm_source: digunakan untuk mengidentifikasi sumber traffic, seperti Google, Facebook, atau nama media lainnya.
    • utm_medium: digunakan untuk mengidentifikasi jenis media yang digunakan untuk mengarahkan traffic ke situs web, seperti iklan di Google Ads, posting di media sosial, atau tautan di blog.
    • utm_term: digunakan untuk mengidentifikasi kata kunci spesifik yang mengarahkan traffic ke situs web.
    • utm_content: digunakan untuk membedakan antara iklan atau link yang ada di satu URL yang sama.
    • utm_campaign: digunakan untuk mengidentifikasi kampanye, promo, posting individual, atau peluncuran produk yang akan dibuat.

    Setelah mengetahui parameter UTM yang tersedia, langkah selanjutnya adalah menambahkan parameter UTM ke URL yang akan diiklankan atau dipromosikan. Caranya adalah dengan menambahkan tanda tanya (?) setelah URL asli, kemudian diikuti dengan parameter UTM yang diinginkan. Contohnya:

    • URL asli: https://www.contohsitus.com/produk
    • URL dengan parameter UTM: https://www.contohsitus.com/produk?utm_source=google&utm_medium=iklan&utm_term=business+online&utm_content=banner&utm_campaign=promocode

    Setiap parameter UTM dipisahkan dengan tanda ampersand (&). Jika ingin menambahkan lebih dari satu parameter UTM, tambahkan parameter UTM lainnya setelah tanda ampersand.

    Setelah menambahkan parameter UTM ke URL yang akan diiklankan atau dipromosikan, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs web kita melalui laporan di Google Analytics. Laporan tersebut akan menampilkan sumber traffic yang datang ke situs web kita, sehingga kita bisa mengetahui apakah traffic tersebut berasal dari sumber yang telah ditentukan.

    Penggunaan Google UTM sangat berguna untuk mengukur efektivitas kampanye iklan atau promosi konten di media sosial, serta membantu dalam menentukan strategi marketing yang lebih efektif. Oleh karena itu, online marketer disarankan untuk memahami dan menggunakan parameter UTM sesuai dengan kebutuhan dan tujuan melacak traffic ke sebuah situs web.

    Kesimpulan Cara Menggunakan Google UTM

    Urchin Tracking Module (UTM) adalah sekumpulan kode yang dapat ditambahkan ke link untuk mengidentifikasi sumber traffic ke sebuah situs web. UTM terdiri dari lima parameter yaitu utm_source, utm_medium, utm_term, utm_content, dan utm_campaign. Masing-masing parameter memiliki fungsi yang berbeda, seperti mengidentifikasi sumber traffic, jenis media yang digunakan, kata kunci spesifik, perbedaan iklan atau link di satu URL yang sama, dan mengidentifikasi kampanye, promo, posting individual, atau peluncuran produk yang akan dibuat.

    Penggunaan UTM sangat berguna bagi pemilik bisnis atau online marketer untuk melacak asal traffic ke sebuah situs web, mengukur performa setiap link, melihat hasil yang akurat, dan meminimalisir budget yang dihabiskan untuk kampanye iklan atau promosi konten.

    Untuk menggunakan Google UTM, pertama-tama kita harus mengunjungi Google Analytics Campaign URL Builder. Kita bisa mengakses URL Builder dengan mengetikkan “https://ga-dev-tools.appspot.com/campaign-url-builder/” di browser.

    Setelah masuk ke URL Builder, kita bisa mengisi kolom parameter yang telah disediakan sesuai dengan keyword yang ditargetkan untuk kampanye. Ada 5 parameter UTM yang tersedia, yaitu:

    • utm_source: digunakan untuk mengidentifikasi sumber traffic, seperti Google, Facebook, atau nama media lainnya.
    • utm_medium: digunakan untuk mengidentifikasi jenis media yang digunakan untuk mengarahkan traffic ke situs web, seperti iklan di Google Ads, posting di media sosial, atau tautan di blog.
    • utm_term: digunakan untuk mengidentifikasi kata kunci spesifik yang mengarahkan traffic ke situs web.
    • utm_content: digunakan untuk membedakan antara iklan atau link yang ada di satu URL yang sama.
    • utm_campaign: digunakan untuk mengidentifikasi kampanye, promo, posting individual, atau peluncuran produk yang akan dibuat.

    Setelah mengisi parameter UTM sesuai dengan kebutuhan, kita bisa menekan tombol “Generate URL” untuk membuat link dengan parameter UTM. Link yang telah dibuat bisa langsung dishare atau diiklankan di media sosial atau platform lainnya.

    Sebagai contoh, jika kita ingin membuat kampanye iklan di Google Ads dengan sumber traffic dari Google dan medium iklan, maka kita bisa mengisi parameter utm_source dengan “google” dan utm_medium dengan “iklan”. Selanjutnya, kita bisa menekan tombol “Generate URL” untuk membuat link yang telah ditambahkan dengan parameter UTM tersebut.

    Link yang telah dibuat bisa langsung dishare atau diiklankan di media sosial atau platform lainnya. Setelah link tersebut diposting atau diiklankan, kita bisa melacak traffic yang datang ke situs web kita melalui laporan di Google Analytics. Laporan tersebut akan menampilkan sumber traffic yang datang ke situs web kita, sehingga kita bisa mengetahui apakah traffic tersebut berasal dari sumber yang telah ditentukan.

    Terima kasih sudah membaca artikel Cara Menggunakan Google UTM Untuk Analisa Traffic. Jika artikel ini bermanfaat kalian bisa share ke teman-teman kalian.

  • Belajar Facebook Ads Bagi Pemula

    Belajar Facebook Ads Bagi Pemula

    Digital marketing dengan menggunakan Facebook Ads merupakan strategi yang sangat bermanfaat di era serba digital seperti sekarang.Hal ini karena Facebook merupakan salah satu platform media sosial terbesar yang memiliki lebih dari 2,8 miliar pengguna aktif per bulan.

    Ini berarti bahwa dengan menggunakan Facebook Ads, bisnis kalian dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memperluas jangkauan pasar kalian. Dengan demikian, Facebook Ads dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan brand awareness dan meningkatkan penjualan bisnis kalian.

    Meskipun Facebook Ads memiliki banyak pengguna, tidak semua iklan yang diposting akan dapat menyampaikan pesan bisnis secara langsung kepada audiens yang diinginkan.

    Namun, ada juga beberapa iklan Facebook Ads yang dapat berjalan dengan baik dan efektif dalam mencapai tujuan promosi yang diinginkan.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi kalian untuk memahami tipe, strategi, opsi sasaran, dan cara melacak iklan Facebook Ads agar dapat memperoleh hasil yang maksimal.

    Apa saja yang perlu kalian ketahui mengenai Facebook Ads? Sebelum mempelajari cara beriklan di Facebook Ads, mari kita terlebih dahulu memahami apa itu Facebook Ads.

    Pengertian Facebook Ads

    Belajar Facebook Ads Bagi Pemula

    Facebook Ads adalah bagian dari jenis periklanan online yang menargetkan audiens melalui jaringan sosial. Sehingga, Facebook Ads dapat dikatakan sebagai iklan yang ditampilkan di media sosial. Biasanya, bisnis menggunakan Facebook Ads sebagai strategi pemasaran mereka, dengan iklan yang ditampilkan di desktop, mobile, dan juga di sisi kanan Facebook pada desktop.

    Tidak perlu khawatir, Facebook tidak akan menjual informasi pribadi atau bisnis kalian kepada pengiklan lain atau mengungkapkannya kepada pihak ketiga. Selain itu, Facebook juga aktif dalam menegakkan kebijakan yang bertujuan untuk melindungi pengalaman pengguna dengan aplikasi atau jaringan iklan pihak ketiga. Jadi, kalian dapat merasa yakin bahwa informasi pribadi dan bisnis kalian akan tetap terlindungi saat kalian menggunakan platform iklan Facebook.

    Cara Kerja Facebook Ads

    Cara Kerja Facebook Ads

    Facebook Ads memang menyediakan berbagai macam pilihan untuk mempromosikan bisnis kalian, seperti mengunggah iklan di halaman bisnis kalian atau di website bisnis secara keseluruhan.

    Meskipun tujuan utama Facebook Ads adalah untuk meningkatkan trafik ke website melalui iklan, kalian tetap dapat menggunakan platform ini untuk mengarahkan calon pelanggan ke website bisnis kalian.

    Untuk memaksimalkan hasil iklan di Facebook Ads, penting bagi kalian untuk memahami target audiens yang diinginkan, membuat konten iklan yang menarik dan relevan, dan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Facebook terkait iklan yang diperbolehkan. kalian juga dapat menggunakan fitur-fitur yang tersedia di Facebook Ads.

    Seperti pemtargetan audiens dan pembayaran berdasarkan tindakan, untuk membantu mencapai tujuan iklan kalian. Dengan demikian, kalian dapat mempromosikan bisnis kalian dengan efektif melalui Facebook Ads.

    Facebook Ads memang menawarkan pilihan pemtargetan yang cukup luas, seperti berdasarkan lokasi, demografi, dan informasi profil pengguna. Hal ini memungkinkan kalian untuk mempromosikan bisnis kalian ke audiens yang tepat sesuai dengan tujuan iklan kalian.

    Setelah kalian selesai membuat iklan, kalian dapat menentukan budget untuk setiap klik atau impresi yang diinginkan. Iklan tersebut kemudian akan ditampilkan di sisi halaman atau beranda Facebook, sehingga dapat dilihat oleh pengguna yang sesuai dengan target audiens yang telah kalian tentukan.

    Dengan demikian, Facebook Ads merupakan opsi yang sangat bagus untuk memaksimalkan engagement dan meningkatkan brand awareness bisnis kalian. Selain itu, kalian juga dapat menggunakan fitur-fitur seperti pembayaran berdasarkan tindakan atau laporan iklan untuk membantu mengevaluasi hasil iklan kalian dan menyesuaikan strategi iklan kalian sesuai dengan kebutuhan bisnis kalian.

    Siapa Saja yang Membutuhkan Facebook Ads? 

    Siapa Saja yang Membutuhkan Facebook Ads

    Setelah memahami pengertian dan cara kerja Facebook Ads, siapa saja yang bisa menggunakannya? Sebenarnya, siapa saja dapat menggunakan Facebook Ads asalkan mampu mengoperasikannya. Namun, terdapat dua tipe bisnis yang sangat cocok untuk menggunakan Facebook Ads, yaitu:

    1. Bisnis yang Berfokus Untuk Mengajak Pengguna

    Salah satu tipe bisnis yang dapat mengbenefit dari Facebook Ads adalah bisnis yang lebih fokus pada promosi dan mengajak audiens untuk melakukan tindakan, seperti mendaftar layanan, daripada membeli produk. Dalam hal ini, kalian dapat menggunakan strategi “low-friction conversion” untuk mencapai sukses. Hal ini dikarenakan seorang pengguna mungkin tidak mengunjungi website kalian dengan tujuan untuk membeli produk, tetapi hanya tertarik dengan iklan yang kalian pasang. Jadi, jika kalian menginginkan audiens langsung membeli produk setelah melihat iklan, hal tersebut mungkin tidak akan terwujud dan tidak akan meningkatkan ROI kalian.

    Para pengguna Facebook mungkin akan merasa ragu-ragu dan tidak akan kembali ke website jika kalian meminta mereka untuk melakukan komitmen besar, seperti membeli barang. Sebaiknya fokus pada cara yang lebih kecil untuk mengkonversi mereka, seperti mendaftar untuk newsletter. Setelah itu, kalian dapat menggunakan email marketing atau iklan retargeting di Facebook untuk melakukan upsell.

    2. Bisnis yang Menawarkan Pembelian Ideal

    Bisnis yang seringkali cocok dengan Facebook Ads adalah bisnis yang memiliki tujuan untuk menghasilkan penghasilan dari pengguna dalam jangka panjang, bukan secara langsung. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kalian mungkin sudah berhasil mengajak pengguna untuk mendaftar email, tetapi masih harus membangun kepercayaan mereka sebelum membeli produk. Sehingga, kalian tidak bisa terlalu bergantung pada jumlah pembelian yang langsung besar, tetapi lebih fokus pada pembelian yang lebih bertahap dan ideal.

    Jenis-Jenis Facebook Ads

    Jenis-Jenis Facebook Ads

    1. Image Ads

    Image Ads Facebook

    Image ads atau iklan yang menggunakan gambar adalah cara yang mudah namun efektif bagi pemula. kalian dapat membuat satu iklan menggunakan satu gambar saja dan mempromosikannya hanya dengan beberapa klik di halaman Facebook.

    Ini merupakan cara yang efektif untuk menarik perhatian audiens dan memberikan informasi tentang bisnis kalian secara singkat dan jelas.

    2. Video Ads

    Video Ads Facebook

    Setelah itu adalah iklan video yang dapat ditampilkan di Feed, stories, atau in-stream ads. Dengan video, kalian bisa menampilkan perusahaan atau produk yang sedang berjalan dan menarik lebih banyak audiens dengan kreativitas yang tepat.

    Kalian juga tidak perlu membuat video yang terlalu panjang, karena bisa menggunakan grafik seperti GIF untuk menarik perhatian.

    3. Poll Ads

    Poll Ads Facebook

    Jenis Facebook Ads lainnya adalah Poll ads, yang merupakan cara interaktif untuk mengajukan pertanyaan kepada audiens dan memperoleh jawaban dari mereka.

    Poll ads hanya tersedia di perangkat seluler, dan memungkinkan kalian untuk menambahkan link ke setiap pilihan poll yang diberikan.

    Audiens juga dapat melihat hasil dari setiap opsi poll yang tersedia. Ini merupakan cara yang efektif untuk meningkatkan interaksi dengan audiens dan mengumpulkan feedback dari mereka.

    4. Carousel Ads

    Carousel Ads Facebook

    Lalu ada iklan Carousel, di mana kalian bisa menggunakan hingga 10 gambar untuk menunjukkan produk atau layanan dari sebuah bisnis.
    Jenis iklan Facebook ini sering digunakan untuk menyoroti berbagai keuntungan dari sebuah produk, produk yang berbeda, atau menciptakan gambar panorama besar dengan semua gambar.
    Di setiap gambar, kalian bisa mencantumkan link yang akan mengarahkan audiens ke website saat melakukan pemasaran.

    5. Slideshow Ads

    Slideshow Ads Facebook

    Slideshow ads merupakan pilihan yang menarik bagi mereka yang ingin membuat video pendek dari foto, teks, atau video pendek yang dimilikinya.

    Dengan slideshow ads, kalian dapat menciptakan motion yang menarik untuk iklan kalian, tetapi tetap menggunakan data yang lebih kecil sehingga bisa memuat dengan cepat meskipun koneksi internet sedang tidak stabil. Slideshow ads juga merupakan pilihan yang tepat untuk membangun citra sebuah bisnis di Facebook.

    6. Stories Ads

    Stories Ads Facebook

    Setelah itu ada iklan stories, yang hanya ditampilkan untuk pengguna Facebook di ponsel karena memiliki bentuk vertikal. Iklan stories memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan layar ponsel secara maksimal tanpa meminta audiens untuk membalikkan layar ponsel mereka.

    7. Collection Ads

    Collection Ads

    Collection ads merupakan salah satu tipe iklan Facebook yang hanya tersedia untuk perangkat seluler. Collection ads memungkinkan kalian untuk memamerkan lima gambar atau video yang dapat diklik oleh audiens kalian untuk mengunjungi website bisnis kalian. Ini merupakan cara yang efektif untuk menarik perhatian pelanggan dan memudahkan mereka melakukan belanja online tanpa harus keluar dari Facebook. Dengan collection ads, proses belanja online menjadi lebih mudah bagi pelanggan, sehingga mereka merasa lebih nyaman dan tidak terganggu dengan proses pembelian yang rumit.

    Cara Menargetkan Facebook Ads yang Tepat

    Cara Menargetkan Facebook Ads yang Tepat

    Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh bisnis dalam menggunakan Facebook Ads adalah tidak menargetkan iklan dengan benar. Facebook Ads memiliki audiens yang sangat luas, sehingga jika tidak dipilih dengan tepat, iklan tersebut dapat salah sasaran.

    Oleh karena itu, penting bagi bisnis untuk memilih target audiens yang tepat agar iklan dapat ditujukan kepada orang yang tergolong dalam kelompok yang dimaksud, sehingga dapat meningkatkan efektivitas iklan tersebut.

    Facebook menawarkan banyak pilihan untuk menargetkan iklan kalian ke audiens yang spesifik. kalian dapat menargetkan iklan kalian berdasarkan demografi, menyesuaikan target kalian sendiri, atau menggunakan retargeting ads untuk menyasar pengguna yang sudah pernah berinteraksi dengan website kalian sebelumnya.

    Berikut adalah beberapa opsi yang tersedia di Facebook untuk menargetkan iklan kalian secara langsung:

    1. Lokasi
    2. Usia
    3. Jenis kelamin
    4. Ketertarikan
    5. Koneksi 
    6. Status hubungan
    7. Bahasa
    8. Pendidikan
    9. Tempat bekerja 

    Setiap opsi penargetan yang tersedia berguna tergantung pada audiens yang kalian miliki. Namun, salah satu opsi yang sering dipilih adalah penargetan berdasarkan ketertarikan audiens. Dengan penargetan ini, kalian dapat memilih beberapa opsi, di antaranya:

    1. Ketertarikan terhadap produk atau layanan tertentu
    2. minat dalam topik atau aktivitas tertentu
    3. afiliasi dengan organisasi atau komunitas tertentu

    Dengan memilih opsi yang tepat, kalian dapat menjangkau audiens yang lebih terfokus dan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk tertarik dengan iklan yang kalian tampilkan.

    1. Sasaran Melalui Ketertarikan dalam Cakupan yang Luas

    Penargetan iklan berdasarkan ketertarikan dalam cakupan yang luas seperti topik-topik umum seperti pertanian, elektronik, makanan dan minuman, dapat terlihat seperti pilihan yang efisien karena dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

    Namun, terkadang penargetan ini justru tidak terlalu efektif karena tidak memiliki basis pelanggan yang tepat dan tidak terfokus.

    Hal ini dapat menyebabkan produk yang dijual dan iklan tersebut tidak menarik perhatian banyak orang, sehingga biaya iklan tersebut terasa sia-sia.

    Oleh karena itu, meskipun tidak ada salahnya mencoba penargetan dengan ketertarikan dalam cakupan yang luas, tetapi penargetan yang lebih mendetail akan lebih efektif dalam mencapai audiens yang tepat dan meningkatkan efektivitas iklan kalian.

    Penargetan yang lebih spesifik akan membantu kalian menyasar audiens yang lebih terfokus dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertarik dengan produk atau layanan yang kalian tawarkan.

    2. Sasaran Melalui Ketertarikan yang Spesifik

    Penargetan iklan berdasarkan ketertarikan yang lebih spesifik atau detailed interest targeting, memungkinkan bisnis kalian untuk menargetkan audiens berdasarkan informasi yang terdapat di profil mereka dan yang sesuai dengan bisnis kalian.

    Facebook menyediakan ukuran audiens yang disarankan, ketertarikan, dan kesukaan yang dapat kalian sesuaikan sendiri.

    Dengan metode ini, lebih baik jika kalian fokus pada minat atau ketertarikan audiens yang lebih spesifik, daripada menargetkan istilah yang lebih luas untuk niche pasar bisnis kalian.

    Misalnya, dari pada menargetkan “yoga” atau “digital photography”, lebih baik jika kalian fokus pada minat yang lebih spesifik seperti “flying yoga” atau “non-SLR digital photography”.

    Ini akan membantu kalian menyasar audiens yang lebih terfokus dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk tertarik dengan produk atau layanan yang kalian tawarkan.

    3. Lookalike Audience Facebook 

    Selain itu, Facebook juga menyediakan pilihan untuk menggunakan lookalike audiens. Lookalike audiens adalah pengguna Facebook yang mirip dengan pengguna bisnis kalian di situs web. kalian dapat menggunakan Facebook Pixel atau alat lain untuk menyesuaikan data audiens seperti daftar email, dan Facebook akan mencari pengguna yang mirip berdasarkan data tersebut. Keuntungan lain dari metode ini adalah bahwa ia dapat disesuaikan secara khusus, sehingga sangat bermanfaat bagi bisnis. Dengan menggunakan lookalike audiens, kalian dapat menjangkau audiens baru yang mirip dengan audiens yang sudah ada, yang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis kalian.

    4. Retargeting dengan Facebook Ads

    Retargeting ads atau Penargetan Ulang dengan Iklan Facebook merupakan cara yang efektif untuk menjangkau pelanggan yang sudah familiar dengan bisnis kalian. Ini memungkinkan kalian untuk menargetkan ulang iklan kalian pada audiens yang telah mengunjungi situs kalian, memasukkan produk atau layanan kalian ke keranjang belanjaan mereka, atau mengklik iklan kalian.

    Untuk membuat iklan retargeting, langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah menginstal Facebook Pixel. Facebook Pixel adalah skrip yang dapat kalian tambahkan ke website kalian yang akan memungkinkan kalian untuk melacak tindakan yang dilakukan pengguna di situs kalian. Setelah menginstal Facebook Pixel, kalian dapat menggunakan data yang dikumpulkan untuk menargetkan ulang iklan kalian pada pengguna yang sudah pernah berinteraksi dengan bisnis kalian. Dengan retargeting ads, kalian dapat meningkatkan kemungkinan penjualan dengan menyasar audiens yang sudah memiliki minat terhadap produk atau layanan yang kalian tawarkan.

    Cara Melacak Facebook Ads

    Cara Melacak Facebook Ads

    Tidak lengkap jika kita belajar Facebook Ads tanpa mengetahui cara melacak iklan untuk mengawasi perkembangannya. Untuk melakukan ini, kalian dapat menggunakan Facebook Ads Manager untuk mencari data di Facebook.

    Namun, sayangnya, alat tersebut tidak memberikan informasi tentang pengguna yang meninggalkan halaman atau tingkat bounce.

    Untuk mengatasi kekurangan ini, kalian dapat melacak performa iklan Facebook melalui alat analitik seperti Google Analytics.

    Google Analytics dapat melacak keberadaan iklan kalian di internet dan memberikan informasi tentang bagaimana iklan tersebut dilihat oleh pengguna.

    Dengan menggunakan alat seperti Google Analytics, kalian dapat memahami bagaimana iklan kalian sedang berperforma dan menyesuaikan strategi iklan sesuai dengan data yang diperoleh.

    1. Conversion Tracking

    Untuk memaksimalkan efektivitas kampanye iklan, pastikan untuk memisahkannya sesuai dengan kelompok minat atau ketertarikan audiens.

    Ini akan membantumu mengetahui bagaimana kinerja masing-masing kampanye. Gunakan parameter utm_campaign untuk melacak kampanye iklan, dan gunakan parameter utm_content untuk membedakan iklan yang berbeda.

    Pelacakan iklan berguna saat menguji gambar yang menarik dan sebelum menetapkan tingkat klik (CTR) dan rasio konversi. Ini akan membantumu meningkatkan efektivitas iklanmu dan memaksimalkan hasil investasi iklanmu.

    2. Performance Tracking

    Mengawasi performa iklan Facebook adalah penting untuk memastikan bahwa iklan yang kalian buat memberikan hasil yang diinginkan.

    Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memantau interface Facebook Ads dan memperhatikan metrik seperti click through rate (CTR).

    CTR menunjukkan berapa banyak orang yang mengklik iklan kalian dibandingkan dengan jumlah orang yang melihatnya, dan dapat mempengaruhi jumlah klik yang kalian dapatkan serta biaya facebook ads yang harus dibayarkan per klik.

    Untuk membantu mencapai target yang lebih tepat, sebaiknya perhatikan SEO saat mengunggah iklan. SEO adalah teknik yang digunakan untuk membantu mesin pencari menemukan dan mengevaluasi konten di internet, sehingga lebih mudah ditemukan oleh pengguna.

    Jika kalian masih ragu tentang bagaimana mengatur SEO untuk iklan Facebook, cobalah untuk mencari sumber-sumber belajar yang tersedia online atau bertanya kepada profesional yang lebih berpengalaman.

    Agar budget iklan kalian efektif, sangat penting untuk memperhatikan tingkat klik terhadap tayangan (CTR) iklan. Iklan dengan CTR yang tinggi dapat menghasilkan banyak klik.

    Untuk mencapai CTR yang tinggi, perhatikan ketertarikan audiens terhadap iklan yang dipasang dan sesuaikan target iklan dengan iklan yang sesuai agar dapat mengetahui target yang paling baik untuk iklan tertentu.

    Kesimpulan Belajar Facebook Ads Bagi Pemula

    Iklan Facebook Ads merupakan salah satu cara efektif untuk melakukan online marketing, karena iklan tersebut dapat menarik banyak audiens.

    Namun, agar iklan tersebut dapat menyasar audiens yang ditargetkan dengan tepat, sebaiknya atur iklan tersebut dengan benar.

    Dengan demikian, budget yang telah dikeluarkan tidak akan terbuang sia-sia. Jadi, pastikan untuk selalu memperhatikan target audiens dan kualitas iklan agar iklan tersebut dapat memberikan hasil yang optimal.

    Jika ingin beriklan di Facebook Ads dengan efektif, maka kalian perlu mempelajari cara yang tepat untuk melakukannya.

    Hal ini terutama penting jika kalian ingin memanfaatkan Facebook Ads untuk bisnismu. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat membuat iklan di Facebook Ads, seperti jenis iklan yang ingin kalian buat, target audiens yang ingin kalian capai, serta cara untuk melacak performa iklanmu.

    Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka kalian bisa membuat iklan Facebook Ads yang efektif dan menghasilkan keuntungan yang diinginkan.

    Terima kasih sudah membaca artikel di kiraky tentang Belajar Facebook Ads Bagi Pemula, jika artikel ini bermanfaat kalian bisa share ke teman-teman kalian.

    {
    “@context”: “https://schema.org”,
    “@type”: “FAQPage”,
    “mainEntity”: {
    “@type”: “Question”,
    “name”: “Bagaimana Belajar Facebook Ads?”,
    “acceptedAnswer”: {
    “@type”: “Answer”,
    “text”: “Cara Menargetkan Facebook Ads yang Tepat

    Facebook menawarkan banyak pilihan untuk menargetkan iklan kalian ke audiens yang spesifik. kalian dapat menargetkan iklan kalian berdasarkan demografi, menyesuaikan target kalian sendiri, atau menggunakan retargeting ads untuk menyasar pengguna yang sudah pernah berinteraksi dengan website kalian sebelumnya.

    Berikut adalah beberapa opsi yang tersedia di Facebook untuk menargetkan iklan kalian secara langsung:

    1. Lokasi
    2. Usia
    3. Jenis kelamin
    4. Ketertarikan
    5. Koneksi
    6. Status hubungan
    7. Bahasa
    8. Pendidikan
    9. Tempat bekerja

    Setiap opsi penargetan yang tersedia berguna tergantung pada audiens yang kalian miliki. Namun, salah satu opsi yang sering dipilih adalah penargetan berdasarkan ketertarikan audiens. Dengan penargetan ini, kalian dapat memilih beberapa opsi, di antaranya:

    Ketertarikan terhadap produk atau layanan tertentu
    minat dalam topik atau aktivitas tertentu
    afiliasi dengan organisasi atau komunitas tertentu
    Dengan memilih opsi yang tepat, kalian dapat menjangkau audiens yang lebih terfokus dan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk tertarik dengan iklan yang kalian tampilkan.”
    }
    }
    }

  • Biaya Facebook Ads dan Cara Mengelolanya

    Biaya Facebook Ads dan Cara Mengelolanya

    Apakah kalian tahu bahwa saat ini Facebook merupakan media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia? Berdasarkan data dari Katadata, pada akhir Maret 2021, jumlah pengguna Facebook di Indonesia telah mencapai 175,3 juta orang. Jumlah tersebut setara dengan 63% dari total populasi Indonesia yang saat ini mencapai 276,4 juta jiwa.

    Fakta di atas menunjukkan bahwa pengaruh Facebook sebagai media sosial tidak boleh dianggap remeh. Mengingat jumlah pengguna yang besar di Indonesia, tidak mengherankan jika saat ini banyak perusahaan dan bisnis digital yang menjadikan Facebook Ads sebagai media promosi yang tepat. Ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan popularitas Facebook di Indonesia.

    Selain Facebook Ads, media promosi lain yang cukup populer adalah Google Ads. Ini merupakan platform iklan yang disediakan oleh Google yang memungkinkan perusahaan atau bisnis untuk mengelola dan menayangkan iklan mereka di platform Google, seperti di mesin pencari, YouTube, dan situs-situs lain yang tergabung dalam jaringan iklan Google.

    Google Ads memiliki banyak fitur yang dapat membantu perusahaan atau bisnis dalam mencapai tujuan promosi mereka, seperti meningkatkan traffic ke situs web, meningkatkan brand awareness, dan lain-lain.

    Lalu, apa yang membuat Facebook Ads mampu bersaing dengan Google Ads? Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Facebook Ads adalah biaya yang cukup terjangkau.

    Oleh karena itu, pada artikel ini kita akan membahas mengenai biaya Facebook Ads serta tips dan trik dalam mengelolanya. Jadi, jika kalian tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang cara mengelola Facebook Ads dengan efektif, jangan lupa untuk terus membaca artikel ini sampai selesai. Selamat membaca!

    Apa Itu Facebook Ads?

    Sebelum membahas biaya Facebook Ads, mari kita mengulas secara singkat tentang apa itu Facebook Ads. Facebook Ads adalah salah satu platform yang disediakan oleh Facebook untuk mempromosikan atau mengiklankan produk atau jasa kalian.

    Tujuan dari pemasangan Facebook Ads adalah untuk meningkatkan jumlah pelanggan, meningkatkan brand awareness, dan meningkatkan konversi penjualan (seberapa banyak pengunjung yang melakukan klik pada iklan produk kalian dan memutuskan untuk membelinya).

    Dengan demikian, Facebook Ads merupakan pilihan yang tepat bagi perusahaan atau bisnis yang ingin meningkatkan penjualan produk atau jasa mereka melalui media sosial.

    Baca Juga:
    Jenis Iklan Facebook Ads dan Ukurannya

    Target audiens dari Facebook Ads adalah semua pengguna Facebook, artinya iklan produk yang dipasang melalui Facebook Ads akan ditampilkan pada berkalian atau sidebar di timeline para pengguna Facebook.

    Namun, kalian tentu saja dapat mengatur agar iklan hanya ditampilkan pada target audiens yang kalian inginkan. Misalnya, jika kalian memiliki bisnis pakaian wanita muslimah.

    Kalian dapat mengatur agar iklan yang dipasang melalui Facebook Ads hanya ditampilkan untuk pengguna wanita Facebook yang menggunakan hijab.

    Dengan demikian, Facebook Ads memungkinkan kalian untuk mengatur target audiens iklan secara lebih spesifik, sehingga iklan yang dipasang lebih efektif dan terarah.

    Cara Kerja Facebook Ads

    Facebook Ads hanya dapat digunakan oleh pengguna Facebook yang memiliki Fanpage. Bagi yang belum familiar dengan Facebook Fanpage, ini adalah sebuah akun bisnis yang mewakili kelompok, organisasi, atau individu dengan fitur-fitur unik yang disediakan oleh Facebook. Jadi, sebelum memasang iklan melalui Facebook Ads, sebaiknya kalian memahami tentang Facebook Fanpage dan memiliki akun Fanpage terlebih dahulu.

    Selain memahami tentang Facebook Fanpage, penting juga untuk memahami tujuan campaign atau promosi yang akan dilakukan. Tujuan campaign dapat berupa meningkatkan transaksi produk yang diiklankan, hanya untuk meningkatkan brand awareness, atau agar lebih banyak pengunjung yang berinteraksi di Fanpage (misalnya dengan berkomentar dan memberikan like).

    Dalam menentukan tujuan campaign yang ingin dicapai melalui Facebook Ads, sebaiknya juga mempertimbangkan beberapa faktor seperti target audiens, target pasar, kompetitor, dan unique selling point (USP). Target audiens yang dimaksud mencakup beberapa aspek seperti gender, demografi, geografis, bahasa, status pernikahan, tingkat pendidikan, pekerjaan, usia, dan lainnya. Dengan memahami dan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, kalian dapat menentukan tujuan campaign yang sesuai dengan kebutuhan bisnis kalian dan mengelola Facebook Ads dengan lebih efektif.

    Setelah menentukan audiens target (termasuk pasar sasaran), menganalisis kompetitor, menetapkan USP (keunggulan penjualan unik), dan menentukan tujuan kampanye, akan lebih mudah memasang iklan di platform Facebook Ads dan biayanya relatif rendah karena iklan tersebut akan tepat sasaran.

    Biaya Facebook Ads Terbaru

    Pada dasarnya, biaya iklan melalui Facebook Ads sangat fleksibel. Tidak ada batasan biaya yang pasti yang ditentukan oleh Facebook. Kita dapat menentukan anggaran budget yang kita inginkan, baik itu sebesar $50,000 per minggu atau hanya $5 per minggu. Facebook akan berusaha untuk memaksimalkan budget yang kita tentukan untuk mencapai tujuan iklan dan audiens yang kita inginkan dengan hasil yang maksimal.

    Update terkini mengenai biaya Facebook Ads untuk tahun 2022 adalah berkisar antara Rp10,000 hingga Rp30,000 per hari, dan harga per minggunya berkisar antara $50 hingga $50,000. Namun, perlu diingat bahwa biaya iklan di Facebook bisa berubah-ubah tergantung pada berbagai faktor, seperti target audiens yang kita pilih, tujuan iklan, dan banyak lagi. Jadi, pastikan untuk selalu memonitor dan mengoptimalkan anggaran budget iklan kita untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

    Pengenalan Biaya Facebook Ads

    Berikut ini akan dijelaskan beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyusun rencana anggaran Facebook Ads yang efektif. Simak terus!

    Dihabiskan Seluruhnya

    Contoh penggunaan anggaran budget Facebook Ads yang tepat adalah dengan mengalokasikan seluruh anggaran yang telah ditentukan untuk satu periode waktu yang telah ditentukan. Misalnya, jika kita memiliki anggaran sebesar Rp200,000 untuk satu minggu, maka kita dapat memasukkan anggaran tersebut seluruhnya ke dalam Facebook Ads dengan batasan waktu satu minggu. Kemudian, sistem Facebook akan mengelola anggaran tersebut untuk menentukan seberapa lama iklan akan ditampilkan dan berapa banyak audiens yang menjadi target iklan.

    Contoh lain adalah jika sebuah perusahaan memasang iklan dengan menetapkan batas campaign untuk Facebook Ads sebesar Rp1,000,000. Ketika campaign iklan tersebut dimulai dan pengeluaran telah mencapai batas angka Rp1,000,000, maka campaign akan otomatis terhenti dan iklan tidak akan ditampilkan lagi. Dengan cara ini, kita dapat memastikan bahwa anggaran yang telah ditentukan tidak akan terlampaui, sekaligus memastikan bahwa iklan yang kita pasang terlihat oleh audiens yang kita targetkan.

    Biaya Berdasarkan Hasil yang Diperoleh

    Selain dengan cara langsung memasukkan seluruh anggaran biaya ke Facebook Ads, kalian juga dapat memilih cara pay-per-click. Artinya, biaya yang dikeluarkan untuk Facebook Ads disesuaikan dengan umpan balik yang diperoleh dari audiens sasaran iklan.

    Metode Pembayaran Facebook Ads

    Secara umum, anggaran biaya Facebook Ads diatur secara bulanan atau tahunan. Metode pembayaran yang dapat dilakukan terbagi menjadi dua, yaitu CPM (Cost per 1000 Impresi) dan CPC (Cost Per Click).

    CPM (Cost per 1000 Impresi)

    CPM adalah salah satu metode pembayaran Facebook Ads yang digunakan untuk menentukan biaya tayang iklan sebagai patokan bagi perusahaan pengiklan. CPM menentukan biaya pembayaran iklan Facebook per 1000 kali tayangan atau impresi. Jadi, biaya yang dibayarkan untuk Facebook Ads setara dengan 1000 kali tayangan iklan yang dilihat oleh audiens.

    CPC (Cost Per Click)

    CPC (Cost Per Click) memiliki konsep yang sama dengan pay-per-click. Di mana metode pembayaran iklan ditentukan berdasarkan jumlah klik yang dilakukan oleh audiens pada tautan iklan. Cara menghitung CPC adalah dengan membagi biaya iklan dengan jumlah klik yang dilakukan audiens.

    Cara Menghemat Biaya Facebook Ads dan Cara Mengelolanya

    Cara Menghemat Biaya Facebook Ads dan Cara Mengelolanya

    Jangan khawatir jika kalian memiliki anggaran terbatas untuk strategi marketing dengan Facebook Ads. kalian masih dapat mengoptimalkan biaya yang rendah untuk mencapai return dan konversi penjualan yang optimal. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menghemat biaya Facebook Ads serta cara mengelolanya:

    Tentukan tujuan kampanye dengan jelas. Ini akan membantu kalian memilih opsi targeting yang tepat sehingga iklan kalian tepat sasaran dan mencapai audiens yang lebih efektif.

    Gunakan opsi targeting yang lebih spesifik. Selain akan mencapai audiens yang lebih efektif, opsi targeting yang lebih spesifik juga dapat mengurangi biaya iklan kalian.

    Utamakan kualitas iklan dibandingkan jumlah tayangan. Jika iklan kalian berkualitas, maka audiens akan lebih tertarik dan lebih mungkin mengklik tautan iklan kalian. Ini akan meningkatkan tingkat konversi dan mengurangi biaya iklan secara keseluruhan.

    Optimalkan tingkat biaya per konversi. Ini bisa dilakukan dengan menyesuaikan anggaran iklan kalian sesuai dengan tingkat konversi yang diharapkan.

    Gunakan opsi pembayaran per klik untuk iklan yang memiliki tingkat konversi tinggi. Metode pembayaran per klik akan memungkinkan kalian membayar hanya untuk klik yang efektif, sehingga mengurangi biaya iklan yang tidak efektif.

    Monitor dan evaluasi kampanye Facebook Ads secara teratur. Ini akan membantu kalian menentukan apa yang bekerja dengan baik dan apa yang perlu dioptimalkan, sehingga kalian dapat mengelola biaya iklan dengan lebih efektif.

    Melakukan Analisa Kompetitor Secara Mendalam

    Melakukan Analisa Kompetitor Secara Mendalam

    Selain target audiens, jangan lupa untuk memperhatikan kompetitor kalian dalam memasang iklan Facebook Ads. Sebelum memulai mungkin kalian tertarik tentang belajar facebook ads dan pastikan kalian mengetahui strategi dan pengembangan produk dari kompetitor kalian untuk membantu kalian menentukan unique selling point (USP) dari bisnis kalian. USP adalah fitur unik dari produk atau layanan kalian yang membedakannya dari kompetitor yang menawarkan produk atau layanan yang sama. Ini sangat penting untuk membantu kalian menjadi pilihan terbaik bagi pelanggan kalian.

    Membuat Materi Iklan yang Menarik dan Unik

    Membuat Materi Iklan yang Menarik dan Unik

    Setelah menganalisis kompetitor dan memiliki USP, langkah selanjutnya adalah membuat iklan yang sekreatif dan semenarik mungkin. Gunakan format visual seperti gambar atau video untuk membuat konten iklan yang menarik.

    Jangan lupa untuk memperhatikan copywriting juga. Copywriting yang baik dan tepat akan membantu menjelaskan keunggulan produk atau layanan kalian kepada calon pelanggan dan mendorong mereka untuk membeli atau menggunakan jasa yang diiklankan. Pastikan untuk menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, serta menyajikan informasi yang relevan dan penting bagi pelanggan potensial kalian.

    Untuk membuat materi iklan yang menarik dan unik, pertimbangkan hal-hal berikut:

    1. Tentukan audiens sasaran iklan kalian. Ini akan membantu kalian menentukan jenis konten yang akan paling efektif untuk memikat audiens kalian.
    2. Buat konten yang relevan dengan tujuan kampanye. Jika tujuan kalian adalah untuk meningkatkan brand awareness, pastikan iklan kalian fokus pada menyampaikan pesan brand kalian dengan jelas.
    3. Buat konten yang menarik dan menonjol. Gunakan judul yang menarik dan gambar atau video yang memukau untuk menarik perhatian audiens kalian.
    4. Jadikan USP kalian inti dari iklan kalian. Pastikan untuk menonjolkan apa yang membuat produk atau jasa kalian unik dan menarik bagi audiens kalian.
    5. Buat konten yang fokus pada solusi. Jika kalian menjual produk atau jasa, pastikan untuk menjelaskan bagaimana ini dapat memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan audiens kalian.
    6. Buat konten yang mengundang tindakan. Pastikan untuk memberikan arahan yang jelas bagi audiens kalian tentang apa yang harus mereka lakukan setelah melihat iklan kalian.

    Membuat Sales Funnel

    Membuat Sales Funnel

    Sales Funnel, juga dikenal sebagai customer journey, adalah konsep pembuatan konten iklan yang memvisualisasikan langkah-langkah perjalanan pelanggan. Customer journey menggambarkan perjalanan dari pertama kali calon pelanggan tertarik dengan produk (misalnya setelah membaca copywriting pada iklan) hingga akhirnya membeli produk (melakukan checkout di website penjualan).

    Sales Funnel sangat penting untuk membantu kalian membuat iklan yang tepat sasaran, sehingga kalian dapat mengarahkan audiens yang tepat ke produk atau layanan kalian. Ini juga membantu kalian mencapai hasil yang optimal dengan menggunakan anggaran iklan yang minimalis dan biaya Facebook Ads yang efisien.

    Gunakan Ads Manager Reports

    Gunakan Ads Manager Reports

    Reports Ads Manager memungkinkan kalian untuk melihat dan memantau beberapa metrics penting dalam penayangan iklan, seperti CTR (click-through rate), engagement, umpan balik pengunjung (seberapa banyak yang berinteraksi dengan iklan melalui jumlah like dan comment), pengeluaran harian, dan lainnya. Berikut ini adalah penjelasan tentang metrik-metrik penting dalam Facebook Ads berdasarkan jenisnya:

    • Performance: Hasil, Jangkauan, Impresi, Biaya Per Hasil, Orang yang Melakukan Tindakan, 3-detik Video Views, Persentase Video yang Ditonton, Rata-rata Waktu Tonton Video, dan lainnya.
    • Engagement: Reaksi Post, Komentar Post, Bagikan Post, Klik Tautan, Suka Halaman, Biaya per Klik Tautan, Tuntutan Penawaran, Tanggapan Acara, Pendaftaran, dan lainnya.
    • Performance and Clicks: Biaya per 1.000 Impresi, Klik Tautan, Biaya per Klik Tautan, CTR, Klik, dan lainnya.

    Metrik-metrik tersebut sangat bermanfaat untuk mengukur efektivitas strategi iklan yang sedang kalian jalankan. Jika hasilnya baik, kalian dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan anggaran iklan untuk mengembangkan strategi tersebut. Namun, jika strategi iklan tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan dilihat dari performa metriknya, maka mungkin saja lebih baik untuk mencoba strategi iklan yang lain agar tidak terus-menerus membuang-buang biaya. Pastikan untuk terus memantau metrik-metrik ini untuk memastikan bahwa strategi iklan kalian selalu efektif dan memberikan hasil yang diinginkan.

    Memasang Facebook Pixel

    Memasang Facebook Pixel

    Selain menggunakan Google Ads Manager, kalian juga dapat memasang Facebook Pixel pada situs web bisnis kalian untuk memantau konversi dari Facebook Ads. Facebook Pixel adalah kode yang dipasang pada situs web menggunakan Google Tag Manager.

    Ini membantu kalian mengetahui efektivitas iklan yang terpasang dan seberapa besar feedback yang didapat. Dengan Facebook Pixel, kalian dapat memantau aktivitas pengguna di situs web kalian setelah mengklik iklan Facebook kalian dan menyesuaikan strategi iklan kalian sesuai dengan hasil yang didapat.

    Kesimpulan Biaya Facebook Ads

    Facebook telah menjadi salah satu media sosial terbesar di dunia yang bersaing dengan berbagai media sosial lainnya. Di Indonesia sendiri, Facebook telah menarik pengguna hingga mencapai 63% dari populasi di Indonesia. Dengan fakta tersebut, tidak mengherankan banyak bisnis, baik kecil maupun besar, yang berlomba-lomba menggunakan Facebook Ads sebagai strategi iklan untuk menarik pelanggan.

    Biaya Facebook Ads saat ini berkisar antara Rp10,000 hingga Rp30,000 per hari. Sementara itu, harga per minggu berkisar antara $50 hingga $50,000. Dengan kisaran harga tersebut, kalian harus mempertimbangkan strategi iklan, audiens sasaran, USP (unique selling point), dan analisis kompetitor dengan hati-hati sebelum memasang iklan melalui Facebook Ads agar iklan tersebut dapat bekerja dengan optimal.

    Beberapa tips dan trik untuk mengelola biaya Facebook Ads adalah:

    • Melakukan analisa kompetitor secara mendalam untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh kompetitor kalian.
    • Membuat materi iklan yang menarik dan unik untuk membedakan produk atau layanan kalian dari kompetitor.
    • Membuat Sales Funnel untuk membantu mengarahkan audiens yang tepat ke produk atau layanan kalian.
    • Menggunakan Ads Manager Reports untuk memantau performa iklan kalian dan menyesuaikan strategi sesuai dengan hasil yang didapat.
    • Memasang Facebook Pixel pada situs web kalian untuk memantau aktivitas pengguna setelah mengklik iklan Facebook kalian dan menyesuaikan strategi iklan sesuai dengan hasil yang didapat.

    Dengan mengikuti tips dan trik ini, kalian dapat mengelola biaya Facebook Ads dengan lebih efektif dan memaksimalkan return on investment kalian.

    Terima kasih sudah membaca artikel di kiraky tentang Biaya Facebook Ads dan Cara Mengelolanya. Jika artikel ini bermanfaat kalian bisa share ke teman-teman kalian.

    {
    “@context”: “https://schema.org”,
    “@type”: “FAQPage”,
    “mainEntity”: {
    “@type”: “Question”,
    “name”: “Berapa biaya iklan di FB ADS?”,
    “acceptedAnswer”: {
    “@type”: “Answer”,
    “text”: “Pada dasarnya, biaya iklan melalui Facebook Ads sangat fleksibel. Tidak ada batasan biaya yang pasti yang ditentukan oleh Facebook. Kita dapat menentukan anggaran budget yang kita inginkan, baik itu sebesar $50,000 per minggu atau hanya $5 per minggu. Facebook akan berusaha untuk memaksimalkan budget yang kita tentukan untuk mencapai tujuan iklan dan audiens yang kita inginkan dengan hasil yang maksimal.

    Update terkini mengenai biaya Facebook Ads untuk tahun 2022 adalah berkisar antara Rp10,000 hingga Rp30,000 per hari, dan harga per minggunya berkisar antara $50 hingga $50,000. Namun, perlu diingat bahwa biaya iklan di Facebook bisa berubah-ubah tergantung pada berbagai faktor, seperti target audiens yang kita pilih, tujuan iklan, dan banyak lagi. Jadi, pastikan untuk selalu memonitor dan mengoptimalkan anggaran budget iklan kita untuk mendapatkan hasil yang terbaik.”
    }
    }
    }